LUKMAN LATIEF

SMK NEGERI 2 PURWOKERTO

Waspadai Laskar Wataniah

Posted by dewas on February 22, 2008

JAKARTA (SINDO) – Menhan Juwono Sudarsono mewaspadai perekrutan 40.000 WNI sebagai laskar wataniah Malaysia.

Perekrutan laskar wataniah (anggota militer) terhadap puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) di perbatasan diketahui saat sejumlah anggota Komisi I DPR berkunjung ke Kalimantan Barat (Kalbar) yang merupakan wilayah perbatasan RI-Malaysia. Laskar wataniah ini bertugas menjaga wilayah perbatasan untuk kepentingan Malaysia. Bahkan, pos pengamanan pihak Malaysia dikabarkan lebih dari 100 pos, melebihi pos yang dimiliki Indonesia seperti di Kalimantan Timur sekitar 29–31 pos.

Menurut Juwono,pemerintah harus mengerahkan pasukan di perbatasan untuk mengantisipasi masuknya kekuatan lawan yang merupakan orang-orang Indonesia sendiri.Dia lantas meminta semua departemen terkait untuk mengkaji penambahan kekuatan di sepanjang perbatasan, terutama di wilayah perekrutan laskar wataniah Malaysia.”Bila tidak,lawan di perbatasan akan masuk dan mengerahkan kekuatannya. Berdasarkan pengamatan terakhir, mereka menggunakan orang-orang kita sendiri,” jelas Juwono di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan,gelar pasukan dan penambahan kekuatan mutlak dilakukan untuk pertahanan di sepanjang perbatasan, baik oleh TNI, Polri, ataupun sipil. Karena itu, dia mengajak semua departemen terkait untuk bekerja sama dan saling berkoordinasi. Dia mengakui perbatasan Indonesia-Malaysia memang memiliki sengketa ekonomi, terutama di Kalimantan Barat dan Ambalat. Tingginya nilai ekonomi di perbatasan ini membuat Malaysia berupaya memperkuat wilayah tersebut dengan menggelar kekuatan,dengan merekrut orang Indonesia untuk menjaga sumber daya potensial tersebut demi kepentingan mereka.

”Kalau ada WNI yang terlibat laskar wataniyah karena mereka tergiur imbalan yang ada, yang tidak bisa kita berikan. Maka,jadilah fenomena ini,” tuturnya. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso meminta Pangdam VI Tanjung Pura Kalimantan Barat Mayjen TNI Tono Suratman mengecek kebenaran kabar perekrutan WNI yang menjadi anggota militer negara Malaysia. ”Saya sudah perintahkan Pangdam untuk mengecek kebenarannya.

Kita cek dulu kebenarannya, setelah tahu baru kita ambil langkah,” ujar Panglima TNI seusai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Wakil Ketua MA di Istana Negara kemarin. Panglima mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang tepat bila terbukti WNI melanggar aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Namun, dia tidak akan bereaksi cepat karena masih bersifat informasi. ”Bila memang terbukti, ya kita proses. Itu kan pelanggaran hukum.WNI yang menjadi tenaga kerja di Malaysia saja kan harus ada proses aturannya, apalagi menjadi militer,”ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra, pergerakan kekuatan yang dilakukan laskar wataniyah untuk menjaga pospos perbatasan diketahui saat sejumlah anggota DPR berkunjung ke Kalbar. ”Justru kita tahu dari prajurit TNI di lapangan yang bertugas di sana. Bahkan, kita melihat langsung kejadian tersebut saat sejumlah anggota Komisi I melakukan kunjungan ke Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” jelas Yusron saat dikonfirmasi SINDO kemarin.

Namun, Komisi I tetap akan mengecek lebih lanjut apa tujuan di balik semua itu. Sebab,selama ini yang terjadi hanyalah masalah patok dan illegal logging. Kalau ada kepentingan lain dari pemerintah Malaysia, pemerintah diminta tidak tinggal diam. ”Ini masalah serius,tentunya harus segera diambil tindakan. Sebab, saat itu kita juga sempat meminta mereka menunjukkan KTP.Ternyata mereka memiliki dua KTP, Indonesia dan Malaysia. Itu yang harus dicari tahu,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Menhan Juwono Sudarsono menilai perkuatan pertahanan di perbatasan RI-Malaysia tidak hanya merupakan masalah pertahanan,tetapi juga masalah ekonomi sebagaimana masyarakat Indonesia di sepanjang perbatasan hidup layak dan tidak tergiur untuk bergabung dengan Malaysia. ”Di sini berlaku hukum ekonomi. Ketika mereka bisa membayar lebih, akan banyak warga kita membantu Malaysia,”lanjutnya. (amril/rarasati syarief)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: